(Waspadalah!) Korban Akibat Facebook Bertambah, Inilah Sisi Kelam dari Bermain Facebook !

Sarah Richardson hanya mengganti profil Facebooknya dari “menikah” menjadi “lajang”. Tindakan yang terlihat biasa ini akhirnya berujung petaka. Inilah sisi kelam Facebook.

Sarah pindah ke rumah orangtuanya dan menceritakan butuh sesuatu yang berbeda. Setelah pernikahannya berakhir, Sarah kemudian menggunakan situs Facebook untuk memberi tahu para sahabatnya bahwa ia telah memasuki tahapan baru dalam kehidupannya.

Namun pada Mei 2008, suaminya menikam Sarah hingga meninggal. Kasus ini bukan yang pertama ataupun yang terakhir, sebagai alarm peringatan bahaya potensial dari keterbukaan di situs jejaring sosial.

Sebelumnya, di South Yorkshire ibu dua orang anak, Tracey Grinhaff telah dibunuh suaminya yang cemburu karena menggunakan Facebook untuk mengumumkan berakhirnya pernikahan mereka.

Seorang perempuan yang bekerja sebagai akuntan, Camille Mathurasingh, 27 tahun tewas setelah mantan pacarnya, Paul Briston melihat foto dirinya di Facebook dengan lelaki lain. Briston marah besar dan ia terbang sejauh 6.500 km dari Trinidad ke Inggris untuk menikam mantannya itu sebanyak 20 kali.

Mathurasingh telah mencoba menjelaskan secara lembut kepada Bristol yang berusia 25 tahun, serta merahasiakan hubungan barunya. Namun rahasia tersebut terbongkar via online.

Facebook mengungkapkan ada sekitar 700 juta perbaruan di situs tersebut setiap harinya. Dan 400 juta pengguna bertukaran foto, mengirim pesan, berhubungan dengan teman, serta mengubah profil mereka.

Namun, tidak semua orang memilah teman. Satu dari penelitian di Inggris menemukan 85% perempuan berhubungan dengan orang asing melalui Facebook.

Matthew Myron, pemimpin dari penelitian privasi online itu menemukan bahwa pengguna akan terjebak dalam apa yang disebut “pembunuhan sosial” jika tidak menahan diri dalam mengungkapkan detail pribadi mereka.

Pihak Facebook berargumentasi dalam aturan kebijakannya pengguna dapat melaporkan penyalahgunaan sebagai cara terbaik untuk menangani masalah. Tapi kritikus mengatakan Facebook tetap memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat.

Masyarakat Inggris juga didesak menonaktifkan akun Facebook sebagai bentuk protes, selama tidak memberikan beberapa kontrol. Hal itu setelah munculnya kasus Ashleigh Hall 17 tahun yang tewas karena terpikat pemerkosa Peter Chapham, yang berpura-pura sebagai remaja di Facebook.

Akun Facebook dari siswa perempuan, Aliza Mirza juga menjadi cerita buruk setelah dirinya dibunuh dengan ditikam di London bulan lalu. Dia dilaporkan bertemu dengan mantan pacarnya yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu di situs internet. Ia menyembunyikan hubungannya dari orangtuanya yang Muslim dan memiliki aturan ketat.

Anggota situs Facebook telah menunjukkan peningkatan dalam jumlah yang berurusan dengan pihak berwenang. Berdasarkan data dari polisi Nottingham di Inggris, tindakan kriminal yang berhubungan dengan Facebook telah meningkat dari 13 kasus pada April 2008 hingga Maret 2009, menjadi 58 kasus dalam kurun 11 bulan.

Keeley Houghton, 18 tahun, menjadi orang pertama di Inggris yang dipenjara karena menggertak orang lain lewat situs jejaring sosial tahun lalu setelah dia memposting kalimat, termasuk “Keeley akan membunuh perempuan murahan itu”. Keeley kemudian dipenjara selama 3 bulan.



Sumber : Inilah

Publishing by Jekethek-:-Blog Berita Indonesia Terbaru Hari ini

Tags: ,

Baca Info Lain :





About author

Salam blogger news, Dapatkan berita indonesia terbaru dan terkini update dari berbagai media online. Silahkan komentar di bawah ini yang telah disediakan.

0 comments

Leave a Reply